Selasa, 17 Januari 2012

MASALAH DAN POTENSI GENERASI MUDA

Terdapat banyak hal yang dimiliki oleh kaum muda terlebih dengan kemampuannya serta kesegaran berpikir untuk menciptakan suatu inovasi yang terbarukan. Tetapi disamping dengan kelebihan yang dimiliki, kaum muda pun memiliki sejumlah beberapa kelemahan dari berbagai sektor hanya saja kelemahan ini yang lebih cenderung menonjol ketimbang dengan kekuatannya. Kaum muda lebih senang berperilaku selayaknya mereka akan terus muda sehingga mereka tidak berpikir jika masih ada hari esok. Terlebih dengan kebebasan yang seluasnya yang diberikan oleh orang tua menjadi sesuatu hal yang lumrah untuk memanfaatkannya dengan sesuka kehendaknya. Inilah beberapa faktor yang menyebabkan kecenderungan kaum muda lebih memanfaatkan kelemahannya untuk menciptakan sebuah kesenangan bukan kemajuan kehidupannya.
  • Percaya diri pada hal yang buruk
Hal ini memrupakan hal yang paling berat untuk ditentang dari sebagian kaum muda terlebih dengan tuntutan mereka terhadap sesuatu lebih tinggi dari apa yang sebenarnya manfaat yang diberikannya dari hal tersebut. Mereka sangat percaya diri untuk menciptakan suatu yang memberikannya sebuah kesenangan seperti mereka sangat percaya diri dengan merokok di depan umum. Tentu jika kita melihat lebih jauh dari manfaatnya, merokok hanya suatu kegiatan refreshing yang merupakan setiap kalangan. Bagaimana tidak? Merokok menghasilkan suatu yang tidak dibutuhkan oleh tubuh tetapi tetap dikonsumsi oleh sebagian kalangan kaum muda. Ini merupakan suatu kepercayan diri di depan umum yang membuat suatu kehidupan manusia menuju ambang kehancuran dalam segi kesehatan baik regional maupun universal walaupun di negara  ini meliki jumlah konsumerisme perokok tertinggi tetapi laju pertumbuhan ini harus terus ditekan dan lebih mengefektifkan sanksi bagi perokok kaum muda karena kemajuan negara ini ada di tangan generasi muda.
  • Kecenderungan terhadap hal yang baru
Dewasa ini terdapat banyak hal-hal baru yang menyerbu pergaulan generasi muda dari teknologi hingga budaya sehingga membuat banyak kalangan kaum muda ikut terjun mengikuti arus pesat dari pergolakan serbuan hal-hal baru tersebut. Ini terjadi karena mereka kurang menanamkan pada diri mereka bahwa hal baru yang mereka terima tidak semua membantu kehidupannya terlebih dengan kultur budaya Indonesia yang sangat memilah-milah yang baik dan buruknya. Hal seperti ini yang membuat kaum muda terlanjur menikmati hal baru dari luar yang dapat berdampak buruk bagi mereka sendiri walaupun dampaknya tidak untuk sekarang dan tidak langsung dirasakan dirinya sendiri. Seperti contoh dengan pesatnya teknologi ponsel membuat negara Kanada sebagai produsen Blackberry semakin tancap gas untuk terus memasarkan produknya di kawasan asia tenggara terlebih di Indonesia sendiri yang memiliki konsumen yang cukup menjanjikan dan pangsa pasarnya pun lebih dari Nokia, Sony Erikson dan sebagainya menjadikan Indonesia sebagai target utama selain Malaysia. Jika kita perhatikan semua, kenapa tidak kaum muda kita menciptakan suatu inovasi sendiri untuk mengembangkan kemajuan kreatifitas dan inovasi anak bangsa. Kita harus bangga pula dengan hasil produksi akrya bangsa.
  • Mudah terprovokasi
Jiwa muda memang tidak jauh dengan hal mudahnya terpengaruh dengan hal-hal yang kecil dan melibatkan sejumlah banyak orang untuk merebutkan sesuatu seperti tawuran antar pelajar SMA, SMP hingga warga pun pernah terjadi di Indonesia bahkan bagi kalangan Mahasiswa sering terlibat adu jotos hanya demi mempertahankan pendapatnya. Dengan statusnya memegang seorang Mahasiswa seharusnya bisa memnjadi suatu cerminan bagi adik-adiknya di Sekolah Menengah. Akan tetapi justru sebaliknya mereka senang dan bangga dengan perbuatannya. Mereka turun jalan dengan melakukan aksi demo disertai adu jotos padahal jika kegiatan tersebut lebih kita menitik beratkan ke kegiatan sosial tentu akan lebih terasa manfaatnya ketimbang dengan aksi demo, karena dalam pemerintah pun sudah ada yang bertindak sebagai pengawas dari setiap kebijakan pemerintah.


Tetapi dengan kelemahan yang dimiliki oleh kalangan kaum muda, mereka pun banyak yang memiliki potensi untuk menciptakan suatu karya yang bisa menjadikan negara ini  bisa lebih terpandang di dunia internasional.
  • Bakat yang utuh
Setiap manusia yang lahir ke dunia pasti memiliki suatu bakat yang dituangkan untuk menciptakan inovasi. Hal inilah yang harus dimanfaatkan kalangan kaum muda Indonesia untuk memanfaatkan bakatnya dan melaksanakannya untuk menciptakan iklim yang bersaing di kalangan kaum muda terlebih bakat yang lahir bisa menjadikannya seorang pemenang. Kita pun harus memiliki pondasi yang kuat terhadap bakat yang kita miliki untuk menjadi seorang pemenang karena itu semuanya harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
  • Keinginan yang tinggi
Ketika masa muda setiap orang pastiu memiliki rasa keinginan yang sangat tinggi terutama dengan yang mereka minati. Hal inilah yang harus dimanfaatkan dengan baik dan semuanya bisa di arahkan kepada keinginan yang berpotensi mendatangkan manfaat yang baik bagi kehidupannya. Tentu kita bertanya, Bagaimana kita melakukannya? Hal yang pertama kita lakukan adalah sedari dini menciptakan keinginan sendiri untuk mengembangkannya menjadi hal yang positif seperti dalam hal kesenian, dan yang kedua kita harus punya kontrol diri dengan bakat yang telah keluarkan karena kontrol diri ini menciptakan kesinambungan antara alam bawah sadar kita dengan kehidupan nyata sehingga kesimbangan antara keinginan yang kuat dan faktor baik buruk yang terjadi bisa diminimalisir.
  • Memiliki daya jual
Banyak kalangan muda menjadi prioritas di beberapa perusahaan terutama dengan memiliki kredibilitas yang tinggi tentu menjadikannya lebih terpandang, hal ini yang menjadikan acuan sebagai indikator tidak terciptanya kesenjangan antara si kaya dan si misikin karena faktor dari daya jual yang dimiliki oleh kalangan generasi muda yang menjadi palang pintu tersebut. Bagiamana tidak? Jika dalam satu keluarga memiliki dua generasi muda yang memiliki daya saing yang kuat terutama dalam bidang IPTEK tentu keluarga tersebut akan terangkat derajatnya dalam lingkungan masyarakat dan mengurangi kesenjangan antara si kaya dan si miskin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar