Selasa, 23 April 2013

Tanggapan Kasus Kelangkaan Air Bersih


TAGGAPAN KASUS KELANGKAAN AIR BERSIH AKIBAT KERUSAKAN SUMBER DAYA ALAM

STUDI KASUS
Lebih dari sepertiga penduduk dunia tak tercukupi kebutuhannya akan air bersih, baik untuk air minum maupun sanitasi. WHO menetapkan jumlah minimun air bersih yang harus tersedia untuk hidup sehat adalah 2000 m3 per orang per tahun. Sekitar 40 negara di dunia ada di bawah angka tersebut. Wilayah Indonesia sendiri  juga mengalami kondisi  kekurangan air, khususnya daerah di pulau Jawa. Data dari data Bappenas tahun 2006, pulau jawa berada dalam kondisi kritis air. Jakarta merupakan salah satu kota yang tidak dapat memenuhi ketersediaan air bersih untuk warganya. Dari 13 sungai yang mengalir di Jakarta, tidak ada satupun yang dapat dikonsumsi sebagai air bersih. Satu-satunya sumber air bersih di Jakarta adalah Waduk Jati Luhur.

TANGGAPAN
Menanggapi dari studi kasus diatas bahwa kelangkaan air bersih itu dikarenakan sistem dari kelangsungan hidup per individual yang kurang sehat. Beberapa contohnya seperti membuang sampah sembarangan di sungai, limbah perusahaan, dan lain-lain. Pertama untuk masalah ini kita harus membuat dan mengembangkan produk alat filtrasi air yang dapat mejadikan air kotor menjadi air bersih untuk di konsumsi. Kedua untuk masalah ini dibutuhkan kesadaran atau “mindset” untuk kepekaan dan pengertian akan lingkungan yang sehat. Ketidakpedulian adalah masalah utama dari rusaknya sistem dari lingkungan yang bersih. Untuk itu semua dimulai dari diri kita sendiri, mari bersama-sama untuk sadarkan dunia dimulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, saling mengingatkan untuk tetap mejaga lingkungan dan lebih peduli lagi terhadap lingkungan. Ketiga adalah menjaga Sumber Daya Alam dengan baik, usahakan menggunakan sumber daya alam secukupnya, jangan berlebihan atau boros, begitu juga dalam penggunaan air. Sumber daya alam perlu dilestarikan dan di regenerasi, jangan sampai kerusakan alam dibiarkan dan didiamkan saja, karena dampaknya akan mengerikan untuk masa yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar